Publik dikejutkan dengan kasus meninggalnya seorang balita berusia empat tahun di Sukabumi akibat infeksi cacing gelang pada bulan Agustus 2025. Balita itu dirawat dalam kondisi kritis, dan dokter menemukan cacing hidup hampir satu kilogram dari tubuhnya. Cacing bahkan menyebar ke organ vital, termasuk otak, hingga akhirnya sang anak tidak tertolong.
Dokter Spesialis Anak RSU UMM, dr. Hawin Nurdiana, Sp.A., M.Kes., menegaskan bahwa cacingan bukanlah penyakit ringan. “Infeksi ini terjadi ketika telur cacing tertelan melalui makanan, minuman, atau tangan yang kotor. Setelah menetas di usus, larva bisa menyebar lewat aliran darah ke paru-paru, hati, bahkan otak,” jelasnya.
Gejala cacingan tidak selalu jelas terlihat. Pada tahap awal, larva bisa menyebabkan batuk berkepanjangan yang menyerupai infeksi paru. Jika sudah berkembang menjadi cacing dewasa, anak dapat mengalami mual, nyeri perut, sulit buang air besar, berat badan tidak naik, dan berisiko stunting bila infeksi kronis.
“Selain faktor kebersihan, kondisi gizi anak sangat berpengaruh. Anak dengan gizi buruk lebih rentan terkena infeksi, sementara cacingan juga memperburuk penyerapan nutrisi dalam tubuh. Dampaknya bukan hanya pada kesehatan, tetapi juga tumbuh kembang dan prestasi anak di sekolah,” imbuh dr Hawin.
Untuk mencegahnya, Pemberian obat cacing secara berkala sangat dianjurkan. WHO merekomendasikan pemberian obat cacing rutin, dan pemerintah telah menjalankan program Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) bagi anak usia 1–12 tahun sebanyak 1–2 kali selama setahun.
“Orang tua perlu memastikan anak menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Biasakan mencuci tangan dengan sabun, memotong kuku secara rutin, memakai alas kaki saat bermain di luar, serta memastikan makanan yang dikonsumsi bersih dan dimasak hingga matang,” tutur dr Hawin menjelaskan.
Infeksi cacing memang kerap dianggap remeh, namun kenyataannya dapat berakibat fatal jika diabaikan. Edukasi, pencegahan, serta pengobatan rutin menjadi langkah kunci untuk melindungi anak-anak dari bahaya cacingan.