CTEV (Congenital Talipes Equinovarus) atau kaki pengkor merupakan kelainan bawaan berupa posisi kaki yang bengkok ke arah dalam sejak lahir. Berdasarkan data PERSI, CTEV menjadi kelainan kongenital yang paling sering ditemui di Indonesia, yakni mencapai 21,9% dari seluruh bayi dengan cacat lahir. Dengan prevalensi kelainan bawaan sebesar 59,3 per 1000 kelahiran hidup, diperkirakan terdapat 22 bayi per 1000 kelahiran hidup yang mengalami kondisi kaki pengkor.
Penderita CTEV menghadapi tantangan besar dalam aktivitas sehari-hari. Bentuk kaki yang menghadap ke dalam membuat mereka berjalan dengan bertumpu pada bagian luar punggung kaki sehingga dapat menimbulkan instabilitas sendi, kerusakan dini pada pergelangan kaki, nyeri berkelanjutan, serta risiko luka kronis. Jika tidak ditangani sejak dini, CTEV dapat menyebabkan kecacatan permanen yang berdampak pada kesehatan fisik, mental, hingga masa depan sosial ekonomi pasien dan keluarganya. Meski penyebab pasti CTEV belum diketahui, deteksi dan penanganan sedini mungkin terbukti menjadi langkah terbaik untuk memperoleh hasil yang optimal.
Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kualitas layanan, RSU UMM menyelenggarakan Forum Group Discussion (FGD) bersama Mentari Clubfoot MPKU PP Muhammadiyah. Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa (25/11/2025) di Rayz UMM Hotel ini bertujuan memperkuat jejaring penanganan kaki pengkor di Jawa Timur. FGD diikuti sekitar 70 peserta dari berbagai fasilitas kesehatan, menunjukkan besarnya kepedulian dan kolaborasi lintas institusi terhadap isu kesehatan anak ini.
Acara diawali dengan laporan ketua panitia, dr. M. Gagas Sasongko, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Direktur RSU UMM Prof. Dr. dr. Djoni Djunaedi, Sp.PD KPTI serta Project Coordinator Mentari Clubfoot Foundation (MCF), dr. Khansa Maria Salsabila. Kegiatan ini dibuka secara resmi melalui Keynote Speech oleh Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Tri Awignamu Astoeti, SKM, M.Mkes, yang memaparkan pentingnya penguatan jejaring layanan CTEV di wilayah Malang Raya. Selanjutnya, peserta mendapatkan paparan Program Nasional Mentari Clubfoot oleh dr. Farhan Aryvan serta materi deteksi dini dan penanganan CTEV oleh dr. Dwi Prayogi, Sp.OT.
Melalui kegiatan ini, RSU UMM berharap kolaborasi antar fasilitas kesehatan dapat semakin solid dalam memberikan layanan terbaik bagi anak-anak dengan kaki pengkor. Terima kasih kepada seluruh peserta dan mitra yang telah berpartisipasi dalam upaya bersama meningkatkan kualitas hidup anak-anak Indonesia.