RSU UMM menyelenggarakan visitasi Sertifikasi Standar Islami Rumah Sakit Muhammadiyah-‘Aisyiyah (SIRSMA) pada 22–23 Desember 2025 di Aula Ahmad Dahlan. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya RSU UMM dalam mempertahankan dan memperkuat implementasi nilai-nilai keislaman pada tata kelola organisasi dan pelayanan kesehatan yang berorientasi pada mutu dan keselamatan pasien.
Visitasi dilakukan oleh Tim Asesor Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, yaitu dr. Rochimiah, MARS dan Ida Agustiningsih, S.Kep.Ns., M.Kep. Kegiatan diawali dengan sambutan Dewan Pengawas RSU UMM, Drs. H. Wakidi, dilanjutkan Direktur RSU UMM, Prof. Dr. dr. Djoni Djunaedi, Sp.PD, KPTI. Dalam sambutannya, Direktur RSU UMM menyampaikan bahwa SIRSMA menjadi instrumen penting dalam menjaga ruh pelayanan Islami di rumah sakit.
“Nilai keislaman harus tercermin tidak hanya dalam regulasi, tetapi juga dalam sikap dan budaya kerja seluruh pegawai,” ucap Prof Djoni.
Pada hari pertama, kegiatan dilanjutkan dengan pengarahan dari tim asesor serta pemaparan profil RSU UMM. Dalam presentasi tersebut, manajemen menjelaskan berbagai program unggulan sebagai wujud implementasi SIRSMA, di antaranya Klinik Berhenti Merokok dan Klinik Keluarga Sakinah. Selain itu, penguatan nilai keislaman bagi karyawan dilakukan melalui kewajiban shalat berjamaah di masjid serta keikutsertaan dalam kegiatan pengajian atau kajian keislaman yang diselenggarakan secara rutin, baik di lingkungan rumah sakit maupun di luar rumah sakit sebagai bagian dari pembinaan spiritual pegawai.
Rangkaian kegiatan berikutnya meliputi wawancara pimpinan yang melibatkan Badan Pembina Harian, Direksi, dan Dewan Pertimbangan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, serta klarifikasi hasil telaah regulasi dan dokumen SIRSMA. Kegiatan hari pertama ditutup dengan telusur lapangan. Memasuki hari kedua, tim asesor menyampaikan laporan hasil telusur, dilanjutkan wawancara staf dan telaah rekam medis secara bersamaan.
Dalam penyampaian laporan, tim asesor memberikan apresiasi terhadap komitmen pimpinan dan keterlibatan seluruh elemen rumah sakit. “Dukungan pemilik dan jajaran direksi, responsivitas tim SIRSMA, serta dukungan teknologi informasi melalui sistem “SIBUKERJA” sebagai kekuatan utama RSU UMM,” ucap dr. Rochimiah.
Sementara itu, Ida Agustiningsih menilai RSU UMM memiliki sumber daya manusia yang potensial, fasilitas yang memadai, serta integrasi layanan yang terbangun dengan baik. Menutup rangkaian visitasi, manajemen RSU UMM menyatakan akan menindaklanjuti seluruh masukan sebagai bagian dari perbaikan berkelanjutan dan optimistis dapat meraih sertifikasi SIRSMA dengan predikat istimewa bintang lima.
Rangkaian kegiatan visitasi sertifikasi sirsma meliputi telusur dokumen yang telah diupload pada website registrasi SIRSMA dan bagaiman bentuk implementasi yang telah dilakukan RSU UMM demi mewujudkan rumah sakit yang berstandart islami, oleh karena itu dengan digelarnya visitasi sertifikasi SIRSMA RSU UMM berharap untuk mendapatkan hasi yang maksimal.